Senin, 18 Februari 2013

Mengapa kita bisa menguap?


Setiap orang pasti akan pernah menguap tapi taukan anda apa yang membuat kita bisa menguap? alasan apa yang membuat kita menguap? dan kenapa kita bisa menguap?. Sebagian besar spesies vertebrata, bahkan burung dan ikan, juga menguap, atau paling tidak melakukan sesuatu yang sangat mirip dengan menguap. Tetapi mekanisme fisiologi, nilai dan ketahanan hidupnya masih tetap misterius.

Sejarahnya Pada abad ke-4 sebelum Masehi, Hiprocrates mengatakan bahwa menguap adalah membuang "udara buruk" dan meningkatkan "udara baik" di otak. Pandangan modern berdasarkan teori itu adalah menguap membantu meningkatkan kadar oksigen di dalam darah dan mengurangi karbondioksida. Jika ini benar maka orang akan banyak menguap ketika berolahraga. Dan orang-orang yang mengalami penyakit paru dan jantung, yang sering mengalami kekurangan pasokan oksigen pada otaknya, akan lebih banyak menguap dibandingkan semua orang lain.

Para periset telah memapar orang-orang sehat dengan campuran gas yang mengandung karbondioksida dalam kadar tinggi dan menemukan bahwa itu tidak menambah menguap. Malah sebenarnya, tidak ada kajian yang menunjukkan perubahan kadar oksigen di otak yang disebabkan oleh menguap. Dengan kata lain, pengamatan dan eksperimen menunjukkan bahwa cara terbaik untuk meningkatkan kadar oksigen didalam darah bukanlah dengan menguap, tetapi dengan bernapas cepat.

Menguap memang paling sering terjadi sebelum dan sesudah tidur, dan perasaan mengantuk biasanya disertai dengan peningkatan menguap. Jadi mungkin menguap menolong kita untuk tetap terjaga. Para periset menguji hipotesis ini dengan membuat orang-orang yang ikut dalam percobaan menguap lalu mengamati aktivitas otaknya dengan ensefalografi (EEG) disaat mereka menguap. (EEG) tidak menunjukkan bukti bahwa menguap menunjukkan kesiagaan otak atau sistem saraf pusat.

Beberapa periset mengatakan hal sebaliknya - bahwa menguap menurunkan kesiagaan dan membantu kita agar lebih mudah tertidur. Tetapi meskipun menguap dan mengantuk terjadi bersamaan, tidak ada eksperimen yang menunjukkan hubungan sebab-akibat diantara keduanya.

0 komentar:

Poskan Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Blogroll

Copyright © 2012. Info Lengkap - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Blog Bamz